Tampilkan postingan dengan label Kisah teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah teladan. Tampilkan semua postingan

Kisah Seorang Lelaki yang Dihapus Dosa-dosanya



Sahabat Ali ra bercerita bahwa ada seorang lelaki yang datang kepada Nabi Muhammad SAW. Laki-laki itu bertanya, “Ya Rasulullah, aku seorang yang durhaka oleh karena itu sucikanlah.”

Nabi bertanya, “Perbuatan maksiat apa yang kamu lakukan?”

Dia menjawab, “Aku malu pada sesuatu yang akan aku sampaikan.”

Rasulullah bersabda, “Mengapa kamu malu kepadaku apabila engkau menceritakan kepadaku tentang dosa-dosamu? Akan tetapi, mengapa engkau tidak malu kepada Allah, padahal Allah selalu melihatmu? Berdirilah,keluarlah dari sampingmu sehingga api neraka tak henti-hentinya membakarmu.”

Laki-laki itu kemudian keluar dari samping Nabi dengan penyesalan, putus asa dengan tangisan. Kemudian Malaikat Jibril datang dan berkata, “Ya Muhammad, mengapa engkau memutuskan harapan orang yang durhaka itu, padahal dia memiliki sesuatu yang dapat menghapus segala dosanya walaupun dosanya banyak?”

Rasulullah bertanya, “Apa yang dapat menghapusnya.?”

Malikat Jibril a.s. menjawab, “Dia mempunyai seorang anak kecil, apabila kedatangannya, lalu laki-laki itu memberikan sesuatu kepada anaknya berupa makanan atau sesuatu yang menyenangkan hati anaknya. Pada saat anak bergembira ria, maka jadilah kegembiraan itu sebagaipenghapus dosa-dosanya. Bahwa kebahagiaan anak-anakmu adalah penghapus dosa dan sebagai penyelamat api neraka.”

Sesungguhnya harta-harta dan anak-anakmu menjadi fitnah atau cobaan bagimu. Demi Allah, pahala ynag besar selalu berada di sisi-Nya.”

Perpindahan Arah Kiblat

Bagi umat Islam, Kabah merupakan tempat suci yang sangat dihormati. Bangunan yang berbentuk kubus itu dibangun Nabi Ibrohim a.s. dan putranya,Ismail.
Bangunan itu digunakan untuk beribadah kepada Allah Swt. Pada perkembanganya, Ka'bah berubah menjadi pusat penyembahan berhala oleh orang kafir Quraisy. Namun, sebagai rumah suci, Ka'bah tetap dihormati orang Arab,termasuk di zaman jahiliah. Bahkan,sebelumnya diangkat sebagai rosul, Muhammad pun sering melakulan tawaf mengelilingi Ka'bah tujuh kali. Hanya niatnya berbeda, Muhammad lebih pada menghormati rumah suci itu.
Pada awalnya, umat Islam salat tidak menghadap ke arah Ka'bah. Akan tetapi menghadap ke arah Masjidil Aqsa di Baitul Makdis, Yerusalem, Palestina. Setelah turun wahyu Surah al-Baqarah Ayat 144, kiblat umat Islam berubah menghadap ke arah Ka'bah.